JAKARTA, SUARA BAGANA – Arshaka Kenandra, umur 2 tahun 7 bulan, penderita jantung bocor, putra pasangan dari Lusino dan Eneng yang beralamat di Kampung Malang Tengah RT 02 RW 02, Desa Ciseeng, Kelurangan Ciseeng, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor Jawa Barat.
Berdasarkan diagnosa dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Arshaka menderita tiga jenis kelainan yakni Patent Ductus Arteriosus (PDA), Ventricular Septal Defect (VSD), Ventricular Septal Defect (VSD) ; Jantung bocor, dan saluran pembuluh darah ada yang rapat. Semula jadwal operasi tanggal 24 September 2025, namun info dari dokter bedahnya diundur karena peralatan di RSUP Fatmawati belum ada.
Kata dokter bedah, jika di RSUP Fatmawati alatnya tidak ada, nanti operasinya kemungkinan pindah di Harapan Kita, Grogol, Jakarta Barat atau RS Jantung yang lain.
Kondisi Arshaka
Menurut Lusino, ayahnya, Efek Penyakit Jantung Bawaan (PJB), bibir biru, kuku pada tangan dan kaki berwarna biru, nafasnya suka ngos-ngosan, pertumbuhanya terhambat.
“Kalau anak saya lagi ngrasain ga enak di dada, anak saya pasti nungging”.
Gejala awal yaitu waktu diperiksa detak jantungnya beda, nafasnya ngos-ngosanan sama kuku tangan , kaki , sama bibir biru semua, apa lagi kalau nangis. Ketahuan bocor saat di USG terus yakinkan lagi dengan katerisasi Jantung.
Info hari ini, Selasa (28/10), Arshaka kembali diantar ke RSUP Fatmawati ketemu dokter dan akan dirujuk ke RS Jakarta Heart Center (JHC) Matraman, Jakarta Timur.
Dirujuk ke RS Jakarta Heart Center (JHC) Matraman, Jakarta Timur

Pada Rabu, (19/11/2025) Tim BAGANA GR mendampingi Arshaka untuk konsul dan perawatan di Rumah Sakit Jakarta Heart Center (JHC) Mantramana, Jakarta Timur.
Menurut hasil pemeriksaan sementara dari dokter, ada lobang dan penyempitan pembuluh darah yang ke paru dan diduga cukup parah. Sehingga pada pasien terjadi kebiruan di bibir dan rongga mulut, serta kuku pasien ada kelainan. Penyempitan pembuluh darah tersebut harus melalui tindakan operasi.
Konsul dan pemeriksaan di bagian bedah oleh dr.Dimas Tri Satrio Nugroho, dan hasilnya, pemeriksaan saturasi oksigen (70).
Pemeriksaan, ada lobang dan penyempitan pembuluh darah yang ke paru dan diduga cukup parah. Dengan kondisi penyempitan pembuluh darah tersebut, berdampak pada anak yang sakit, bibir dan mulut membiru, kuku tangan juga berwarna biru. Anak juga sering kecapean dan sering nungging sebagai bentuk respon ketahanan tubuh secara alami agar oksigen masuk ke otak.
Pemeriksaan di bagian anestasi di tangani oleh dr. Lasmi Senja, setelah konsul dna pemeriksaan, diarahkan ke lokat (6) dibagian pendaftaran lantai dasar, untuk mengambil penjadwalan tindakan operasi.
Dan dijadwalkan operasi pada minggu ke (3) atau minggu ke (4) bulan Desember 2025, namun kemungkinan bisa maju menjadi Minggu ke (2) jika ada pasien yang dicancel jadwal operasinya. (ws)









