CILEGON, BANTEN II SUARA BAGANA – Haerul (27 tahun), warga Kp.Pekarungan, Kota Cilegon, Banten menderita penyakit yang dalam istilah kedokteran disebut sebagai ‘Hydrocefalus’.
Hidrosefalus sendiri, penumpukan cairan serebrospinal (CSF) yang abnormal di ventrikel otak, yang dapat menyebabkan tekanan berbahaya pada jaringan otak dan menyebabkan kerusakan otak.
Kondisi ini dapat terjadi sejak lahir (kongenital) atau berkembang di kemudian hari akibat penyumbatan, tumor, infeksi atau stroke.
Gejalanya bervariasi berdasarkan usia, tetapi dapat meliputi pembesaran kepala pada bayi, sakit kepala, kesulitan berjalan, dan masalah kognitif atau kontrol kandung kemih pada anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa. Penangananya biasanya melibatkan pembedahan, seperti pemasangan shunt untuk mengalirkan kelebihan carian.
Menurut Ibu Hamsilah, selaku orang tua Haerul bahwa penderitaan Haerul dialaminya sejak umur tiga – lima bulan, semakin lama kondisi kepalanya membesar dan kakinya juga tidak normal tidak bisa menapak untuk berjalan. Sehingga tiap hari Haerul tiduran di lantai ruang depan beralasan tikar seadanya.
Ibu Hamsilah juga menceritakan bahwa kalau mau ke kamar mandi, dilakukan Haerul dengan cara mengesot dari ruang depan sampai ke kamar mandi, bisa dilakukan sendiri, begitu juga saat mengenakan pakaian dan celana, bisa melakukanya sendiri.
“Pada tahun 2017, pernah dilakukan tindakan pengobatan, bahkan dulu pernah di pasang selang segala, namun saat ini karena tidak ada biayanya, Haerul sudah tidak berobat lagi, kami pasrah apa adanya saja, “ungkap Hamsilah.
Ibu Hamsilah juga mengaku untuk menutupi biaya hidup bersama ketiga anaknya, dirinya bekerja sebagai buruh cuci diperumahan kampung sebelah. Sementara saat disinggung keberadaan suaminya, dengan nada datar Ibu Hamsilah hanya menjawab singkat, telah berpaling kelain hati.
“Tadinya ada Ibu saya (Nenek Haerul-red) yang selalu setia ikut membantu menjaga Haerul, namun beberapa waktu lalu beliau wafat, sehingga saat ini saya bersama kedua adik Haerul yang harus menjaganya,”ujar Ibu Hamsilah.
BAGANA Terus Bergerak Untuk Kepedulian Kepada Sesama
Ketua Umum Badan Penanggulangan Bencana Gerakan Rakyat (BAGANA GR), dr. Elfahmi A.Noor SpOG.Supsp.Onk didampingi dr.Siti Aisyah Tanjung bersama Tim, langsung kerumah Haerul di Cilegon, Banten seusai dari rumah ibu Rosidah di Kota Serang yang menderita kanker payudara kronis, Rabu (15/10/2025).
Setelah berbincang dengan Ibu Hamsilah orang tua Haerul yang menderita Hidrosefalus Ketua Umum BAGANA menaruh kepedulian yang mendalam kepada penyakit yang di derita oleh Haerul. Lantas beliu mengontak beberapa rekan dan mitranya untuk menaruh kepedulian kepada penderitaan Haerul. (ws)









