Aksi Kemanusiaan BAGANA GR dan ADAHC di Lokasi Banjir Bandang Pemalang

SUARA BAGANA, PEMALANG — Senin, 26 Januari 2026 pukul 15.30 WIB, atau hari ketiga pascabencana, BAGANA GR (Badan Penanggulangan Bencana Gerakan Rakyat Regional Jawa Tengah–DIY) bersama ADAHC Indonesia (Annajah Disaster and Humanity Center Indonesia) melaksanakan kegiatan kunjungan kemanusiaan ke posko utama pengungsi banjir bandang di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, tim relawan melakukan pendampingan psikososial (trauma healing) serta memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang menjadi korban bencana. Salah satu korban merupakan anak yang kehilangan ayahnya akibat terseret arus banjir bandang yang membawa material kayu dan batu dari lereng Gunung Slamet.

Sebanyak dua anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal dunia akibat terseret arus banjir bandang secara resmi didaftarkan sebagai anak binaan Panti Asuhan Annajah Warungpring, Kabupaten Pemalang. Pendaftaran tersebut dilakukan langsung oleh Bapak Ali Zuhdi Prasetyo, selaku pendiri Lembaga Sosial Panti Asuhan Annajah sekaligus Ketua BAGANA Gerakan Rakyat Regional Jawa Tengah–DIY.

Sebelumnya, pada hari pertama kejadian bencana, Tim BAGANA telah melakukan asesmen awal dan tergabung dalam Tim SAR untuk membantu proses penanganan darurat. Memasuki hari ketiga, tim kembali ke lokasi untuk membantu membersihkan rumah-rumah warga di bantaran sungai yang terdampak banjir bandang. Sebagian rumah dilaporkan hanyut, roboh, dan rusak berat akibat terjangan banjir yang membawa material batu-batu besar, kayu, serta lumpur dari Gunung Slamet.

Selain itu, tim juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan keliling bagi warga terdampak yang masih bertahan di rumah masing-masing, termasuk warga yang terisolasi akibat putusnya jembatan penghubung. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar, BAGANA GR turut bekerja sama dengan BNPB untuk melakukan pendistribusian air bersih kepada korban banjir bandang yang masih bertahan dan terisolasi di lokasi terdampak.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan sinergi berbagai elemen kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memastikan pemulihan fisik dan psikologis korban dapat berjalan secara berkelanjutan. (*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top