Tim BAGANA GR Sempat Terjebak dan Hilang Selama 6 Hari

SUARA BAGANA, ACEH : Salah seorang pengurus Badan Penanggulangan Bencana Gerakan Rakyat (Bagana GR) Sumbagut Aceh, Dr Teuku Yose Mahmudin Akbar Sp BS dikabarkan sempat terjebak dan hilang hampir sepekan, demikian dituturkan Prof Dr dr Arlinda Sari Wahyuni MKes FISPH FISCM SpKKLP Subsp FOMC, Wakil IV Ketua Bagana Pusat yang juga menjabat Ketua Yayasan Rumah Dakwah Indonesia, kepada Tim Media Suara Bagana, (Kamis, 11/12/2025).

Lebih lanjut, Guru Besar Univerias Sumatera Utara ini juga menuuturkan terkait konologis terjebaknya Dr Teuku Yose melalui pesan singkat yang dikirimnya.

Bahwa dengan adanya kejadian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh, khususnya di Tapanuli Tengah, Sibolga dan Padang Sidempuan Sumatera Utara dimana korban cukup masif, secara spontan warga masyarakat bergerak untuk saling menolongnya, warga bantu warga begitu nampak, dan begitulah watak masyarakat kita tanpa menunggu komando.

Pada tanggal 26 November 2025 telah terjadi banjir bandang di daerah Tapanuli Tengah dan disusul hari berikutnya di Kota Medan, dengan ketinggian mencapai badan orang dewasa. Sejak ada banjir bandang di Tapteng, Sibolga dan Padang Sidempuan, Yayasan Roemah Dakwah Indonesia sudah melakukan penggalangan dana.

Kebetulan sejak kejadian banjir tersebut Dr Yose, spesialis bedah syaraf yang bertugas di Banda Aceh, pada tanggal 25 November 2025 berangkat dari Banda Aceh ke Medan. Dan Sejak tanggal 26 November 2025, kehilangan kontak dengan dr Yose, seperti yang di informasikan oleh istrinya yaitu dr Ivana.

Hal tersebut disebabkan putusnya jaringan komunikasi di wilayah tersebut akibat dampak bencana banjir dan longsor. Selain itu, beberapa jembatan dan ruas jalan yang menghubungkan Aceh ke Medan juga banyak yang putus, terdampak banjir dan longsor.

“Praktis, kami dari Tim BAGANA GR baru mendapat kabar keberadaan Dr Yose pada Ahad (30/11/2025) sore tentang keberadaan Dr Yose, jadi sudah hampir enam hari kabar tentang keberadaan Dr Yose baru kami ketahui, ”ungkap Dr Arlinda, berkaca kaca mengenang kejadian tersebut.

Namun diakui Dr Arlinda dari kejadian tersebut ada hikmah yang luar biasa, sehingga Tim BAGANA GR mendapat banyak informasi secara langsung tentang kondisi lapangan dari Dr Yose, khususnya di daerah Kuala Simpang, terutama di daerah Bukit Tempurung, warga masyarakat di sana belum tersentuh sama sekali dan banyak membutuhkan bantuan.

Kondisinya benar-benar terisolir, akses jalan terputus, jaringan komunikasi dan jaringan listrik juga terputus, sementara persedian makanan yang dimiliki masing-masing warga semakin hari semakin menipis.

Mendapat informasi dan kondisi seperti itu, lanjut Dr Arlinda, Yayasan Roemah Dakwah Indonesia bersama Tim BAGANA GR Sumbagut Aceh langsung bergerak.

“Senin, 01 Desember 2025, kami berencana mengirimkan bantuan dari Medan ke Bukit Tempurung dan Kuala Simpang, melalui Dr Yose. Kami menyiapkan segala kebutuhan, pernak-pernik, barang barang yang dibutuhkan warga masyarakat disana, seperti senter, bensin, genset, bahan-bahan makanan, termasuk makanan siap saji, makanan kering seperti mie instan,”tambah Dr Arlinda.


Menurut Dr Arlinda bahwa pengiriman Genset sangat diperlukan, mengingat daerah tersebut mengalami masalah dengan penerangan karena kondisi jaringan listrik ikut terdampak akibat bencana. Di sisi lain, tambah Dr Arlinda, warga juga kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), hal ini dikarenakan pasokan BBM ke wilayah tersebut terkendala akibat banyaknya jalan dan jembatan yang putus.

Pada, Selasa 02 Desember 2025, Roemah Dakwah Indonesia bersama Tim BAGANA GR baru bisa berangkat, menggunakan dua mobil. Dari Kota Medan, Tim menuju ke daerah Pangkalan Susu melalui darat, mengingat jalur Kuala Simpang belum bisa dilalui akibat terputus. Dari Pangkalan Susu menuju Bukit Tempurung menggunakan perahu atau bot.

Dr Arlinda juga menceritakan setibanya sampai di pelabuhan, di Pangkalan Susu sudah malam, maka rombongan memutuskan bermalam di kediaman sahabat Dr Yose di Komplek PLN, (dapat kabar bahwa daerah tersebut rawan dan baru saja terjadi penjarahan di sebuah minimarket). Esoknya, lanjut Dr Arlinda rombongan berangkat ke Kuala Simpang sore hari, karena menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan perahu/boat. Perjalanan dari Pangkalan Susu ke Bukit Tempurung memakan waktu sekitar 40 menit, begitupun tim harus menempuh perjalanan 40 menit lagi ke wilayah terdampak.

Tim yang ikut dalam ekspedisi pengiriman bantuan tersebut Wakil Ketua BAGANA GR Subagut Aceh, Dr Teuku Yose Mahmudin Akbar, Sp BS, Kahar Riji, S Sos, Anggota BAGANA GR Sumut dan sejumlah sahabat Dr Yose.

Roemah Dakwah Indonesia dan Tim BAGANA GR, dalam rangka membantu warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah tersebut juga mengirimkan berbagai kebutuhan selain bahan-bahan makanan, berupa kebutuhan bayi, pampers dan kebutuhan untuk wanita seperti pembalut wanita. Tim juga mempersiapkan alat berat (Beqo), alat-alat kebersihan dan pakaian, serta bahan makanan khusus untuk anak-anak.

Informasi terakhir, menurut Dr Arlinda, usai mengirim video aktivitas bongkar muat bantuan ke perahu, Dr Yose kembali tidak bisa dihubungi, kabarnya saat itu tengah menuju Kuala Simpang, Bukit Tempurung dan daerah lainnya yang memang tidak ada jaringan komunikasi akibat bencana banjir dan longsor.

Sampai saat ini, Dr Yose bersama Yayasan Roemah Dakwah Indonesia dan Tim BAGANA GR sudah mengirimkan bantuan ke beberapa lokasi di daerah Tapanuli Tengah, Sibolga dan Padang Sidempuan, berupa bahan-bahan makanan, seperti beras, mie instan, minyak, gula, dll.

“Kita mengirimkan bantuan lewat relawan kita yang tinggal di daerah terdampak yaitu pak Irwandi untuk daerah Tapteng dan pak Roni utk daerah Padang Sidempuan. Dan bantuan berupa bahan makanan telah didistribusikan ke masyarakat sekitar tgl 30 November 2025,”jelas Dr Arlinda.

Lebih lanjut Dr Arlinda juga menyampaikan bahwa saat ini kami masih menunggu dan mengevaluasi hal-hal apa saja yang akan kami lakukan kami bantu terkait dengan bencana alam ini.

Dr Arlinda menyatakan insya Allah nanti (Sabtu, 06 Desember 2025 – red) akan digelar rapat untuk mendiskusikan lebih lanjut, karena saat ini pihaknya melihat informasi bahwa bantuan-bantuan itu sudah mulai berdatangan terutama di daerah Aceh dan daerah yang cukup parah, seperti di daerah Kuala Simpang atau desa yang terendam.

“Kemungkinan kami akan melakukan kegiatan tambahan atau kegiatan lanjutan di daerah daerah tersebut untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh, yang masih sulit dijangkau,”pungkas Dr Arlinda. (YM)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top